KEJARA adalah sistem poin demerit SIM Malaysia. P dicabut 10 poin, CDL 15 poin. Berikut poin untuk pelanggaran umum.
Sumber: JPJ | Terakhir diperbarui: Sept 2026
⚠️ Poin SIM P adalah dua kali lipat.
Sistem poin KEJARA: lampu merah 8, kecepatan 4-8, mabuk langsung cabut, sabuk 3, telepon 8. P dicabut 10, CDL 15.
Melanggar lampu merah dikenakan 8 poin.
Ini adalah salah satu pelanggaran umum paling berat. Pengemudi berlisensi P yang melanggar lampu merah hampir mencapai 10 poin dan lisensinya dapat dicabut. Denda RM300.
Poin untuk ngebut tergantung pada kecepatan:
• 1-25 km/jam: 4 poin
• 26-40 km/jam: 6 poin
• Lebih dari 40 km/jam: 8 poin
Mengemudi dalam pengaruh alkohol tidak dikenakan poin, tetapi lisensi langsung dicabut.
Jika kadar alkohol dalam darah melebihi 0,05%, dianggap mengemudi dalam pengaruh alkohol. Lisensi dicabut selama 1-2 tahun (pertama kali), 3-5 tahun (kedua kali). Lihat hukuman mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman dikenakan 3 poin, denda RM300.
Menggunakan ponsel saat mengemudi dikenakan 8 poin, denda RM300.
Termasuk menelepon, mengirim pesan, dan melihat layar ponsel. Pengemudi berlisensi P hampir mencapai 10 poin dalam satu kali pelanggaran.
Lisensi P dicabut jika total poin mencapai 10 poin.
Karena poin untuk lisensi P dihitung ganda, melanggar lampu merah 8 poin × 2 = 16 poin, sekali melanggar sudah melebihi 10 poin dan lisensi dicabut.
Lisensi CDL dicabut jika total poin mencapai 15 poin.
Poin dihitung per tahun, dan direset setiap 31 Desember (jika lisensi tidak dicabut).
Poin KEJARA dihitung per tahun, dan direset setiap 31 Desember untuk pelanggaran tahun sebelumnya.
Namun, jika poin mencapai batas dan lisensi dicabut, Anda harus mengikuti ujian ulang. Pastikan untuk membayar semua tiket yang belum diselesaikan terlebih dahulu.
Menurut sistem poin JPJ, mengemudi di bawah pengaruh narkoba merupakan pelanggaran lalu lintas berat dan akan dikenakan pengurangan 8 poin. Selain itu, mengemudi di bawah pengaruh narkoba akan menghadapi tuntutan pidana dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda tidak lebih dari RM20.000, atau keduanya. Lisensi mengemudi juga dapat dicabut tidak kurang dari 5 tahun.
Mengemudi dalam keadaan mabuk (kadar alkohol dalam darah melebihi 80mg/100ml) akan dikenakan pengurangan 8 poin. Menurut Seksyen 45A Akta Pengangkutan Jalan 1987, pelanggar pertama kali dapat dijatuhi hukuman penjara tidak lebih dari 2 tahun dan denda tidak kurang dari RM10.000 tetapi tidak lebih dari RM30.000, serta pencabutan lisensi tidak kurang dari 2 tahun.
Mengemudi secara sembrono (mengemudi berbahaya) akan dikenakan pengurangan 8 poin. Menurut Seksyen 42 Akta Pengangkutan Jalan 1987, pengemudi yang sembrono atau berbahaya dapat dijatuhi hukuman penjara tidak lebih dari 5 tahun dan denda tidak kurang dari RM5.000 tetapi tidak lebih dari RM15.000, serta pencabutan lisensi tidak kurang dari 5 tahun.
Tidak mau mengikuti tes alkohol oleh polisi akan dikenakan pengurangan 8 poin. Menurut Seksyen 45C Akta Pengangkutan Jalan 1987, menolak tes alkohol merupakan pelanggaran dan dapat dijatuhi hukuman penjara tidak lebih dari 6 bulan serta denda tidak kurang dari RM10.000 tetapi tidak lebih dari RM30.000, serta pencabutan lisensi tidak kurang dari 2 tahun.
Ngebut melebihi 40km/jam (yaitu kecepatan berlebih 41km/jam ke atas) akan dikenakan pengurangan 8 poin. Menurut Seksyen 79(2) Akta Pengangkutan Jalan 1987, ngebut dapat dikenakan denda tidak kurang dari RM300 tetapi tidak lebih dari RM2.000. Jika ngebut melebihi 40km/jam, juga dapat menghadapi tuntutan pengadilan.
Ngebut 25 hingga 40km/jam (termasuk 40km/jam) akan dikenakan pengurangan 4 poin. Menurut sistem poin JPJ, rentang kecepatan ini termasuk ngebut sedang, dengan jumlah denda biasanya RM300. Jika ngebut melebihi 40km/jam, poin bertambah menjadi 8.
Ngebut 1 hingga 25km/jam (termasuk 25km/jam) akan dikenakan pengurangan 2 poin. Ini adalah pelanggaran ngebut tingkat terendah, biasanya denda berkisar RM150 hingga RM300. Jika ngebut melebihi 25km/jam tetapi tidak lebih dari 40km/jam, poin bertambah menjadi 4.
Menggunakan ponsel saat mengemudi (menelepon sambil memegang atau mengirim SMS) akan dikenakan pengurangan 6 poin. Menurut Seksyen 29A Akta Pengangkutan Jalan 1987, menggunakan ponsel saat mengemudi dapat dikenakan denda tidak kurang dari RM1.000 tetapi tidak lebih dari RM5.000, atau penjara tidak lebih dari 1 tahun. Menggunakan perangkat handsfree tidak dianggap pelanggaran.
Memandu atau menaiki kereta tanpa memakai tali pinggang keledar akan dikenakan pemotongan 3 mata. Mengikut Seksyen 119 Akta Pengangkutan Jalan 1987, pemandu yang tidak memakai tali pinggang keledar boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000. Jika penumpang tidak memakai tali pinggang keledar, pemandu juga bertanggungjawab.
Memotong secara haram di kawasan garisan berkembar (garisan berkembar pejal) akan dikenakan pemotongan 4 mata. Mengikut Seksyen 79(2) Akta Pengangkutan Jalan 1987, memotong di garisan berkembar adalah perbuatan memandu berbahaya, boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000, dan kes serius boleh dibawa ke mahkamah.
Memotong di lorong kiri (lorong perlahan) akan dikenakan pemotongan 4 mata. Mengikut peraturan lalu lintas Malaysia, pemotongan hendaklah dilakukan di lorong kanan, memotong di sebelah kiri adalah perbuatan berbahaya. Pesalah boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000, dan mungkin dikenakan mata penalti.
Menyalahgunakan lorong kecemasan (seperti lorong berhenti kecemasan di lebuh raya) akan dikenakan pemotongan 4 mata. Mengikut Seksyen 53 Akta Pengangkutan Jalan 1987, menggunakan lorong kecemasan dalam keadaan bukan kecemasan boleh didenda tidak kurang daripada RM1,000 tetapi tidak melebihi RM5,000, atau dipenjarakan tidak melebihi 1 tahun.
Tidak memberi laluan kepada kenderaan kecemasan seperti ambulans, bomba atau polis akan dikenakan pemotongan 4 mata. Mengikut Seksyen 81 Akta Pengangkutan Jalan 1987, tidak memberi laluan kepada kenderaan keutamaan boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000, dan kes serius boleh dibawa ke mahkamah.
Lori (kenderaan berat) menerobos lampu merah akan dikenakan pemotongan 8 mata. Mengikut sistem mata JPJ, pelanggaran kenderaan berat dikenakan pemotongan yang lebih ketat. Perbuatan menerobos lampu merah itu sendiri boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000, pemandu lori juga mungkin menghadapi penalti tambahan atau semakan lesen.
Lori memandu laju melebihi 40km/j akan dikenakan pemotongan 8 mata. Mengikut sistem mata JPJ, pelanggaran laju kenderaan berat dikenakan pemotongan yang sama dengan kenderaan biasa, tetapi jumlah denda mungkin lebih tinggi, boleh didenda tidak kurang daripada RM300 tetapi tidak melebihi RM2,000, dan lesen mungkin digantung.
Berdasarkan sistem poin KEJARA JPJ Malaysia, mengemudi dalam pengaruh narkoba merupakan pelanggaran yang sangat serius dan akan dikenakan 18 poin. Ini adalah salah satu pengurangan poin tertinggi dalam sistem poin, setara dengan mengemudi dalam keadaan mabuk. Mengemudi di bawah pengaruh narkoba tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri, tetapi juga mengancam pengguna jalan lainnya. JPJ memiliki toleransi nol terhadap perilaku ini, selain dikenakan poin, pelanggar juga akan menghadapi tuntutan pidana dan pencabutan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Berdasarkan sistem poin KEJARA JPJ Malaysia, menerobos lampu merah dengan sepeda motor akan dikenakan 8 poin. Menerobos lampu merah adalah pelanggaran berisiko tinggi yang sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas serius. JPJ menindak tegas perilaku ini melalui kamera lalu lintas dan operasi penegakan hukum. Jika akumulasi poin mencapai 20 atau lebih dalam dua tahun, SIM akan dicabut dan pengemudi harus mengikuti ujian ulang.
Berdasarkan sistem poin KEJARA JPJ Malaysia, tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor akan dikenakan 3 poin. Helm adalah perlengkapan keselamatan terpenting bagi pengendara sepeda motor. Tidak memakai helm sangat meningkatkan risiko kematian dalam kecelakaan. JPJ mengenakan denda dan poin untuk pelanggaran ini. Jika akumulasi poin mencapai 20 atau lebih dalam dua tahun, SIM akan dicabut.
Berdasarkan sistem poin KEJARA JPJ Malaysia, pengendara sepeda motor yang menggunakan ponsel saat berkendara akan dikenakan 6 poin. Menggunakan ponsel sangat mengganggu konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. JPJ menegakkan aturan ini secara ketat, selain dikenakan poin, pelanggar juga akan didenda. Jika akumulasi poin mencapai 20 atau lebih dalam dua tahun, SIM akan dicabut.
KEJARA adalah sistem poin demerit SIM Malaysia. P dicabut 10 poin, CDL 15 poin. Berikut poin untuk pelanggaran umum.
Sumber: JPJ | Terakhir diperbarui: Sept 2026
⚠️ Poin SIM P adalah dua kali lipat.